Thursday, January 31, 2019

FLOW

Banyak orang sepakat bahwa kecukupan materi penting untuk mencapai kebahagiaan dan pastinya, semua akan sepakat untuk tidak sepakat perihal arti cukup itu sendiri. Kurangnya materi berkorelasi positif dengan ketidakbahagiaan. Patut diduga hal ini berlaku pula pada peningkatan materi. Peningkatan materi disinyalir juga tidak meningkatkan kebahagian seseorang. Sebuah studi berdasarkan survei Gallup World Poll di 164 negara, menunjukkan bahwa ada titik jenuh di mana pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi tidak menghasilkan kebahagiaan lagi.

Telah banyak studi dilakukan untuk menelaah kebahagiaan. Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh Mihaly Csíkszentmihályi. Mihaly menemukan bahwa seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan sejati selama dalam kondisi kesadaran yang ia sebut “Flow”. Mihaly menegaskan: The best moments in our lives are not the passive, receptive, relaxing times. The best moments usually occur if a person’s body or mind is stretched to its limits in a voluntary effort to accomplish something difficult and worthwhile.

Omong-omong soal bahagia, dalam dunia bisnis, di era experience economy ini kebahagiaan pelanggan dilihat sebagai bisnis multi-miliar. Membahagiakan pelanggan menjadi prioritas utama mengingat kebahagiaan pelanggan berarti revenue bagi bisnis. “Jangan hanya memuaskan pelanggan Anda — delight them... Siapa pun yang memiliki pelanggan yang bahagia cenderung memiliki masa depan yang cukup baik” ujar Warren Buffett. Dalam dunia bisnis, Flow adalah “The Ultimate Purpose of Customer Experience”. Kita berharap pelanggan terhanyut dalam perjalanan yang menantang dan menyenangkan saat mereka mengonsumsi layanan kita.

Beberapa brand hebat berfokus pada apa yang apa yang dapat men-”drives” pelanggan. Usaha-usaha mereka tidak ditujukan pada “sale” semata. Intensi mereka adalah menawarkan jawaban bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya (need). Dus, pemasaran mereka tidak hanya memberikan narasi akan cerita yang baik (good story), lebih jauh mereka memberikan nilai (value) melalui “Flow”.

Tantangan brand saat ini adalah bagaimana caranya membuat pelanggan mengalami apa yang disebut Mihaly sebagai Flow. Untuk itu brand perlu mendesain perjalanan pelanggan sebaik mungkin dan menjaga setiap touchpoints agar dapat memberikan hanya pengalaman yang “delighted”.

Begitu pula sebaiknya dengan hidup kita. Dalam mencapai kebahagiaan, temukan aktivitas yang memberikan “Flow”. Find your flow and Just go with the flow!

No comments:

Post a Comment