Thursday, January 31, 2019

Happy New Year 2019

Ketika kita berbicara tentang kebahagiaan, kita tahu bahwa kebahagiaan datang dari berbagai sumber, tergantung dari sudut pandang seseorang. Kita tidak tahu betapa bahagianya kita karena kebahagiaan itu begitu relatif. Dalam mencerna kebahagiaan, proses kognitif lah yang paling bertanggung jawab. Kahneman, sang pemenang nobel, telah menunjukkan bagaimana otak kita dirancang sedemikian rupa sehingga kita memiliki dua mental operating system; diri yang mengalami (experiencing self) dan diri yang mengingat (remembering self/narrative self). The experience self remembers nothing, tells no stories! Hanya narrative self yang dapat menyimpan kenangan (memory). “Narrative is stitched intrinsically into the fabric of human psychology” katanya. Kebahagiaan tergantung pada dua sistem tersebut. Kita mengalami momen kebahagiaan dan kita bisa merekayasa kebahagian melalui narasi.
Namun tidak seperti kebanyakan cerita yang kita dengar, hidup kita tidak melulu mengikuti lika-liku yang telah ditentukan. Identitas dan pengalaman kita terus berubah, dan hanya dengan bercerita kita dapat memahaminya. Dengan mengambil bagian-bagian berbeda dari hidup kita dan menempatkannya bersama dalam sebuah narasi, kita menciptakan keseluruhan yang menyatukan yang memungkinkan kita untuk memahami hidup kita secara koheren - dan koherensi adalah sumber kunci makna (Associative Network of Knowledge).
Narrative self adalah pendongeng sejati. Dia pula yang dapat menentukan tindakan kita ketika kita memikirkan masa depan sebagai ingatan yang diantisipasi (anticipated memory). Kita semua adalah pendongeng dan terlibat dalam tindakan penciptaan komposisi hidup kita.
Untuk tahun 2018, simpanlah hanya memori yang indah, menyenangkan dan membahagiakan dalam cerita kita. Sekarang, untuk 2019, What is your anticipated memory? what is your story? Happy New Year Folks!

No comments:

Post a Comment